Marah adalah sebuah ungkapan dan sesuatu yang diperlukan oleh tubuh secara jasmaniah, dan pengungkapan rasa bathiniah yang diperlukan. Bagaimana jadinya jika seorang manusia tidak bisa marah, seperti seorang yang sedang sembelit dan tidak bisa berbuat apa-apa. Tidak ada nilai kesempurnaan jika tidak bisa marah, namun kemarahan tentunya harus bisa di kontrol, baru jika rasa amarah itu tidak terkontrol maka seseorang akan menjadi mahluk lain, manusia yang diliputi kemarahan, bagaimanapun rasanya marah adalah hal yang wajar dan jujur jika bisa dilakukan sewajarnya.

awas selokan
Amarah dan emosi bisa muncul dari seorang blogger yang selalu saja membaca posting-demi posting para blogger lainnya ketika menemui sebuah perwatakan jahat dan mungkin sudah tidak bisa terkontrol. Akan menjadi sangat jenuh ketika seorang blogger yang selalu menuliskan rerasan dunia maya meski tidak disertai dengan kejujuran siapa orangnya. Bagaikan seorang anak kecil yang selalu ngrasani orang lain agar kekuasaannya tidak terganggu, dan semakin banyak orang yang menempelkan rasa percaya kepadanya. Bukan soal ketika sebuah perhelatan yang direncanakan matang gagal hanya karena sebuah anggapan minor tentang blogger pelacur atau blogger event organizer, atau blogger calo atau apalah, sebab sejujurnya orang yang selalu beranggapan akan hal semacam tersebut bukanlah orang yang mengetahui seluk-beluk dunia dan lingkungan jati diri kebangsaan yang ada.
Himpitan ekonomi kalangan berkelas akan sangat berbeda dengan himpitan dan beban ekonomi masyarakat biasa, apalagi yang ada di daerah bukan di pusat. Mereka para blogger desa adalah aset bangsa yang tidak usah dicurigai akan kemauannya, karena siapapun tahun kejujuran bangsa ini letaknya dimana. Kejujuran, rasa saling menghormati dan memahami sesama anak bangsa baik didunia maya maupun alam sebenarnya sudah tergerus dengan hebatnya. Tinggal menunggu beberapa triger yang bisa membuatnya meledak, meski tidak bersuara, namun pasti akan mengobarkan korban dan dendam yang jauh lebih lama dan banyak. Atau bagaimanapun juga hal ini tidak harus terjadi, meski akan terjadi dan tiada seorang manusiapun yang dapat mengerem amarah dari bawah. Amarah yang berasal murni dari jati diri bangsa. Karena munculnya rejim orde wacana citra diri dikalangan dunia maya.