Stop dreaming kebebasan informasi

Akan segera diluncurkannya Undang-undang Kerahasiaan negara adalah semacam senjata pamungkas untuk membasmi mulut-mulut dan para pandemen demokrasi. Jika tidak barhati-hati setelah diuandangkannya kerahasiaan ini nanti pastilah akan terjadi semacam kesenyapan informasi, dimana informasi harus berasal dari sebuah sumber dan tentunya seragam.

Stop dreaming start action akan kerahasiaan negara mestinya tidak bisa dilakukan dengan semena-mena, karena negara adalah bukan antara aku dan kamu, namun negara adalah penggalan perjalan panjang konstituen yang tidak akan pernah selesai dan tidak boleh dimiliki siapapun bahkan dia sendiri pun.

Begitulah bukan seperti kontes stop dreaming start action, dimana para cecungguk yang bertengger di atas itu masih terus menancapkan kukunya sampai tuhan akan memberinya azab karena kebohongan publik dan rekayasa sosial yang dibuatnya, masya allah.

Dipublikasi di Emosi | Tag | Tinggalkan Komentar

mengapa teroris masih keluyuran

Lemahnya pengawasan akan terorisme bukanlah kesalahan masyarakat, karena masyarakat memang sudah terbebani dengan beban kehidupan yang berat sehingga untuk memikirkan masalah diluarnya akan kesulitan bahkan tidak ada waktu lagi. Api dalam sekam ini janganlah disulut karena pendaman-pendaman emosional berat beban kehidupan. Saat inilah memang beban berat itu semakin menjadi ketika sudah tidak ada lagi cinta yang bisa dilampiaskan karena sangat bahayanya gerakan para teroris yang memuakkan.

Bangsa ini memang harus lebih rajin belajar mengenal jati dirinya untuk dapat mengembalikan jati diri bangsa yang sudah jauh tertinggal beberapa abad, harus bisa memahami betapa era penjajahan telah meninggalkan luka, warna, memar dan pemutar balikan fakta sejarah, semisal tentang perjuangan Pangeran Diponegoro yang gagah berani dan sempat membikin VOC kehabisan uang saku maupun harta rampasannya. Pangeran Diponegoro yang terhormat itupun sampai saat ini tidak ada gambar, maupun jejak di Kraton Yogyakarta, karena juga dianggap pemberontak dan hilang begitu saja. Betapa pengaruh penjajah mampu memutar balikkan fakta dan paradigma berpikir para petinggi sebuah keraton yang terhormat tersebut, meski pemerintah Republik Indonesia sudah mengakui perjuangan Pangeran Diponegoro bahkan dianugerahi sebagai Pahlawan Nasional. Serta dalam sejarah di sekolah pun hanya diceritakan bahwa Pangeran Diponegoro berperang melawan Belanda hanya karena halaman rumahnya dipatok Belanda untuk lewat jalur kereta api yang bernama rel sepur. Memang kalo mau belajar tentang jati diri bangsa kita harus menoleh pada masa lalu yang sangat jauh, untuk lebih murni melihat kebenaran yang belum di nodai oleh pemikiran barat, dimana harus ada bukti tertulis dan sebagainya, sementara semua bukti tertulis yang ada sudah dimusnahkan oleh Belanda melalui peperangan ataupun dirampas begitu saja untuk cindera mata di museumnya.

Dipublikasi di Uncategorized | 1 Komentar

renungan tentang keterjebakan

Marilah kita mencoba mawas diri tentang arah dan kejadian kejadian saat ini. Globalisasi yang sedang melanda saat sekarang ini bukanlah hanya akan menelorkan jebakan-jebakan baru, bagi perkembangan jati diri kemanusiaan, namun akan lebih berdampak pada perkembangan kemasyarakatan bahkan kebangsaan. Globalisasi akan mengubah segalanya, menggerus sendi-sendi lokalitas, mengubah dunia bahkan harus berdiri banyak badan-badan untuk menjaga cagar budaya baik bangunan maupun alam.

Sepertinya memang semuanya tidak akan mudah terelakkan disana semuanya harus rela bahkan semua usaha-usaha untuk mengembalikan jati diri bangsa pun harus mulai berkompromi dengan hal itu. Tidak lain tidak bukan kelahiran anak-anak kita akan membawa perubahan sedikit demi sedikit, tanpa bisa terelakkan semuanya akan melabur menjadi sebuah dunia baru, alam pikir baru, dan pada akhirnya semua hanya bisa meratapi masa lalu, sebuah sejarah yang sangat sulit dijangkau kembali kecuali munculnya para pemimpin-pemimpin baru ke arah sana.

Arah yang jelas menjangkau ke depan, ke belakang, ke seluruh arah penuh dengan keadilan dan kebajikan. Tiada harapan untuk dapat kembali seratus prosen sebab semua harus selalu berkembang, meski semuanya itu maya namun permukaan itu nantinya akan menjadi sebuah kedalaman dalam waktu yang akan datang. Sebagaimana konteks keIndonesiaan seiring masuknya bangsa-bangsa asing baik dari Arab hingga Eropa, dari Argentina hingga Kanada, semuanya hanya akan membawa budaya perifer, tidak akan menyentuh jati diri bangsa, namun secara tidak sadar semuanya akan berubah dengan sendirinya. Apakah ini sebuah kelemahan ataukan sebuah kekuatan demi masa depan kita semuanya. Wallahu alam… semoga masih ada cinta untuk mengembalikan jati diri bangsa.

Dipublikasi di Uncategorized | Tinggalkan Komentar

Menyaksikan dua sunrise di wisata blogger 2009 Wonosobo

Dua sunrise ini disebabkan karena munculnya matahari pada awal (gold sunrise) ada di bukit sebelah kiri dan kemudian tertutupi oleh bukit dan Gunung Sindoro yang lebih tinggi, sehingga pada sekitar jam 7 hingga 8 pagi matahari tertutupi kemudian muncul lagi dari balik Gunung Sindoro dengan warna yang sudah perak dan memiliki pesona sendiri karena memang sebelumnya hilang dan hanya terang tanah yang ada diatas bukit gunung Sikunir ini, plus dengan awan dan mega yang ada ditelapak kaki kami. Benar-benar sebuah negeri di atas awan tanpa harus naik pesawat atau terbang sendiri jika bisa. Maunya sih berlama-lama berada di puncak Sikunir namun karena tidak membawa peralatan memasak dan bekal air minum atau makanan karena kelalaian itulah maka harus segera turun lagi setelah keindahan itu terlihat dan dinikmati dengan berfoto ria hingga puas. Juga pemandangan kota-kota di bawah tidak menjemukan untuk dilihat, maka jika rekan-rekan akan menikmati pemandangan dan sunrise di Gunung Sikunir harus siap perbekalan dan tenda jika mau mengginap karena dijamin jika kalian adalah penikmat alam pastilah betah dan semakin memandang Gunung Sindoro maka niat hati pastilah tersentuh untuk bermain bola di atas puncak Gunung Sindoro yang luas dan rata terlihat nyata dari atas Sikunir.

Seperti yang saya ceritakan dan kunjungilah di Double Sunrise di Gunung Sikunir

Dipublikasi di Uncategorized | Tinggalkan Komentar

Hari anak Nasional ala Google

Meskipun selain sebuah script saja Google yang notabene adalah sebuah perusahaan, letaknya jauh di Amerika sana, memiliki interes dan menghormati Hari Anak Nasional 2009 atau National children Day di Indonesia. Dengan memasang logo pada web pencariannya dan spesifik tentang pencarian kata kunci Hari Anak Nasional 2009 sangat menyenangkan sekali. Mereka memang orang-orang yang profesional, lebih lembut sepertinya dari jargon bahwa orang Jawa adalah orang yang lembut dan sangat lihai untuk membuai orang lain. Meski tidak bermaksud lain dan terlalu memuja-muja namun memang keprofesionalan dan etos kerja om Google memang dahsyat, mungkin karena didukung oleh perangkat komputer yang canggih, dan software opensource bikinan sendiri bukan asal membajak saja.

Terimakasih meski memang hanya bisnis bagi mesin pencari http://google.co.id atas persembahan gambar yang indah dan seakan saya jadi lupa bahwa kemarin ada gerhana matahari malas-malasan serta bom yang sempat mengguncangkan dan membuat keringat dingin pengelola citra keuangan negara meski kami para kurcaci tetep saja menelan ludah ketika melihat sesuatu yang bisa membuat kami menelan ludah, gleg… hahaha. Ada pertanyaan menarik juga tentang Kapan Anak-Anak Kita Bangga Menjadi Anak Indonesia, silahkan bayangkan atau cari sendiri jawabannya, mungkin google juga tahu…

Bahkan dari terorisnya sendiri mungkin hanya menggunakan bom bajakan saya kira karena daya ledaknya yang maaf kurang jelas tersebut. Atau memang negeri begajul ini dipenuhi dengan barang bajakan meskipun impor juga seperti kabar blekberi yang sayup-sayup terdengar kicauan blogger ekslusiflah eh maaf lagi tentang beredarnya blekberi dari blek market yang membuat kebakaran jenggot orang-orang yang sebenarnya mendapatkan profit dari hal itu. Dasar pembajak teriak pembajak, maling teriak maling, copet teriak copet. Wah memang sulit hidup di tempat banyak orang yang bisa berakting bak sutradara cengeng yang suka mengadu domba aktornya, emang aktornya domba semua, kalo gitu sutradara, dan penulis naskahnya wedhus juga dong meski memiliki hati.

Tanpa besar kepala, topi dan tedeng aling-aling atau topeng, berharap dengan adanya hari anak nasional 2009 ini bisa tumbuh rasa percaya diri untuk dapat sejak dini menumbuhkan cinta untuk mengembalikan jati diri bangsa bukannya setelah gede menjadi orang-orang penjual konflik dan penyuka adu domba yang membuatnya kaya dari penderitaan dan kepusingan orang lain. Tidak layak rasanya ketika banyak permasalahan dan dilema untuk mengembalikan jati diri bangsa mengadakan sebuah pesta tak bervisi kebangsaan dan rasa egaliter yang menjadi dambaan orang-orang yang bertakwa.

Dipublikasi di Uncategorized | 2 Komentar

Awan merah

Marah adalah sebuah ungkapan dan sesuatu yang diperlukan oleh tubuh secara jasmaniah, dan pengungkapan rasa bathiniah yang diperlukan. Bagaimana jadinya jika seorang manusia tidak bisa marah, seperti seorang yang sedang sembelit dan tidak bisa berbuat apa-apa. Tidak ada nilai kesempurnaan jika tidak bisa marah, namun kemarahan tentunya harus bisa di kontrol, baru jika rasa amarah itu tidak terkontrol maka seseorang akan menjadi mahluk lain, manusia yang diliputi kemarahan, bagaimanapun rasanya marah adalah hal yang wajar dan jujur jika bisa dilakukan sewajarnya. Lanjutkan membaca

Dipublikasi di Emosi | Tag , , , , , | Tinggalkan Komentar

Hello world!

Selamat datang di dagdigdug.com. Ini merupakan post pertama Anda. Sunting atau hapus artikel ini, dan selanjutnya kami ucapkan selamat ngeblog!

Dipublikasi di Uncategorized | 1 Komentar